Minggu, 06 Oktober 2024

musyawarah PKN kelas 6 kurikulum merdeka

Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah suatu proses diskusi atau berundingan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai kesepakatan atau keputusan bersama dalam memecahkan masalah. Dalam musyawarah, setiap orang berhak memberikan pendapat, dan keputusan di ambil berdasarkan kesepakatan bersama.

Manfaat musyawarah
1. Mendapatkan keputusan yang terbaik:Keputusan yang diambil melalui musyawarah biasanya lebih baik karena mempertimbangan berbagai pendapat
2. Meningkatkan rasa persatuan: Melalui musyawarah, setiap orang merasa dihargai  karena pendapatnya di dengarkan
3. Melatih sikap toleransi dan saling menghargai : Musyawarah mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan pendapat
4. Memecahkan masalah bersama : Masalah yang rumit lebih mudah dipecahkan dengan berdiskusi bersama

Prinsip-prinsip musyawarah
1. kebersamaan : semua anggota musyawarah memiliki hak yang sama untuk memberikan pendapat
2.Kesepakatan : keputusan di ambil berdasarkan kesepakatan bersama, bukan atas dasar mayoritas saja
3. Keterbukaan : musyawarah dilakukan dengan jujur, terbuka, dan tidak ada yang disembunyikan
4. Menghargai pendapat : setiap pendapat harus dihargai, meskipun berbeda pandangan

contoh situasi yang membutuhkan musyawarah
1. Menentukan ketua kelas
2. Memutuskan kegiatan bersama dalam kelas atau kelompok
3. Menyelesaikan konflik antar teman di sekolah

Rabu, 25 September 2024

CONTOH LAPORAN INDIVIDU PRAKTEK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  . Latar Belakang

Pada dasarnya pendidikan tidak hanya mempelajari sesuatu secara teori  saja melainkan juga mempelajari secara praktis (melalui praktikum). Salah satu bentuk pengembangan pendidikan Mahasiswa adalah dengan di adakan Kegiatan Kuliah Kerja Lapangan. Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di wajibkan bagi Mahasiswa untuk mengikutinya. Setelah mengikuti materi-materi perkuliahan tertentu, PPL merupakan bentuk praktikum untuk pendalaman ilmu-ilmu jurusan yang di ikuti oleh semua Mahasiswa dari masing-masing jurusan di fakultas tarbiyah dan Hukum Ekonomi syariah STAI Yamisa Soreang.

Mahasiswa STAI Yamisa Soreang yang dididik menjadi calon guru di harapkan dapat bermanfaat yang sebesar-besarnya dalam dunia pendidikan  sebagai guru yang professional, yaitu guru yang menguasai kompetensi akademik, maupun membuat perencanaan pendidikan dan menerapkan pengajaran  sebagai peserta  didik, dapat menjadi contoh kepribadian yang teladan di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Untuk menjadi seorang guru tidaklah cukup hanya menguasai teori-teori ataupun metode-metode pengajaran. Praktek mengajar bagi calon guru merupakan suatu kegiatan yang menjadi keharusan yang harus di laksanakan karena di sinilah akan dapat di ketahui kemampuan Mahasiswa sebagai calon Guru.

Madrasah Tsanawiyyah AN-NUR Wangunjaya adalah termasuk sekolah lama yang masih berstatus  swasta. MTS AN-NUR ini berada di bawah naungan yayasan pendidikan AN-NUR, selain MTS AN-NUR . Antusiasme masyarakat terhadap lembaga pendidikan ini cukup baik, terlihat dari jumlah siswanya yang cukup banyak, fasilitasnya pun cukup memadai. Sekolah ini menjadi salah satu intuisi yang berperan penting dalam membina dan mendidik kecerdasan intelektual dan kecerdasan spiritual setiap siswanya. Dari beberapa alasan inilah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di adakan di sekolah ini dengan tujuan untuk mengenalkan mahasiswa tentang seberapa besar kemampuan mahasiswa  dalam menyerap pengetahuan yang di perolehnya dalam perkuliahan untuk di publikasikan  dalam proses mengajar di sekolah sebagai sebuah pengalaman yang mungkin berguna saat mereka menjadi seorang pengajar nanti.

Atas dasar pemikiran di atas, maka di pandang perlu bagi para mahasiswa Program Study Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAI Yamisa Soreang untuk mengikuti Program Praktek Pengalaman Lapangan sebelum di wisuda menjadi Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I)

 

1.2  Pengertian PPL

Program Pengalaman Lapangan (PPL) adalah suatu program yang merupakan ajang penelitian terpadu untuk menerapkan berbagai ilmu pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam rangka pembentukan guru yang profesional. PPL merupakan program yang memprasayaratkan kemampuan aplikasi dan terpadu dari sebuah pengalaman belajar sebelumnya ke dalam program pelatihan berupa kinerja dalam sebuah hal yang berkaitan dengan jabatan keguruan baik kegiatan mengajar maupun tugas-tugas kegiatan lainnya.

PPL ini merupakn kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk pelatihan mandiri yang diarahkan kepada terbentuknya kemampuan keguruan yang terjadwal secara sistematis dibawah bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong yang memenuhi syarat.

Secara substansional PPL dapat disebut juga sebagai pengalaman lapangan karena mahasiswa PPL memang berada dalam proses belajar dari profesi pendidikan disekolah. Diharapkan mahasiswa memperoleh pengetahuan praktis dan kemampuan profesional yang tidak di peroleh dari kampus atau universitas. Sesuai dengan pengetahuan yang telas digariskan pada buku pedoman Program Pengalaman Lapangan (PPL) yang berbunyi sebagai berikut : pengalaman lapangan merupakan salah satu kegiatan-kegiatan kurikulum yang dilakukan oleh mahasiswa mencakup latihan mengajar maupun tugas kependidikan diluar mengajar secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi syarat pembentukan profesi kependidikan.

1.3  Tujuan PPL

1.      Tujuan Umum

Untuk melatih mahasiswa calon guru agar memiliki kemampuan memperagakan kinerja dalam situasi yang nyata, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun tugastugas keguruan lainnya.

2.      Tujuan khusus  

a.       Secara khusus, kegiatan PPL mempunyai tujuan sebagai berikut:Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrative, akademis dan sosial psikologi di sekolah tempat pelatihan prajabatan berlangsung.

b.      Menguasai berbagi keterampilan dasar pembelajaran.

c.       Menerapkan berbagai kemampuan profesional keguruan secara utuh dan terpadu dalam suasana nyata.

d.      Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungan sekolah.

e.       Menarik kesimpulan nilai eduktif dari penghayatan dan pengalamannya selama pelatihan melalui refleksi dan menuangkan hasil refleksi itu dalam bentuk laporan akhir pelaksanaan kegiatan PPL.

 

1.4  Manfaat PPL

1.      Manfaat PPL secara umum

Memberi bekal kepada mahasiswa praktikan agar memiliki kompetensi profesional, kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Selain itu, pelaksanaan PPL diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap semua komponen yang terkait dalam PPL tersebut, seperti mahasiswa, sekolah, dan perguruan tinggi yang bersangkutan.

 

2.      Manfaat bagi Mahasiswa

a.       Mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan bekal yang diperoleh selama kuliah perkuliahan ditempat PPL.

b.      Mengetahui dan mengenal secara langsung proses belajar mengajar di sekolah latihan.

c.       Mendewasakan cara berpikir, meningkatkan daya penalaran mahasiswa dalam melakukan penelaahan, perumusan, dan pemecahan masalah pendidikan yang ada di sekolah.

 

3.      Manfaat bagi Sekolah

a.       Meningkatkan kualitas pendidikan.

b.      Memberikan masukan kepada sekolah atas hal-hal atau ide-ide baru dalam perencanaan program pendidikan yang akan datang.

c.       Mempererat kerjasama antara sekolah latihan dengan perguruan tinggi yang bersangkutan yang dapat bermanfaat bagi para lulusannya kelak.

 

4.      Manfaat bagi STAI Yamisa Soreang

a.       Memperoleh masukan tentang kasus pendidikan yang dipakai sebagai bahan pertimbangan penelitian.

b.      Memperluas dan meningkatkan jaringan kerja sama dengan sekolah-sekolah latihan.

c.       Memperoleh masukan tentang perkembangan pelaksanaan PPL, sehingga kurikulum dan metode yang dipakai dapat disesuaikan dengan tuntutan yang ada di lapangan.

 

1.5  Waktu dan Tempat PPL

Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL) di laksanakan selama 30 hari, secara bertatap muka yakni di mulai pada tanggal 09 November sampai dengan 09 Desember 2020.

Sedangkan untuk tempat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) telah berhasil di laksanakan di Madrasah Tsanawiyah AN-NUR Wangunjaya, Cisomang, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.

 

BAB II

DESKRIPSI SEKOLAH

 

2.1  Sejarah Berdirinya Madrasah

Tahun 2003 didirikanlah Yayasan An-Nur. Kemudian sesuai dengan tujuan pengembangan Yayasan dan  tuntutan dari warga masyarakat yang membutuhkan adanya pendidikan Formal keagamaan maka di  tahun 2003 didirikanlah MTs An-Nur sesuai Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Jawa Barat No. Kw.10.4/4/PP.005/67/2004.

Madrasah Tsanawiyah An-Nur terletak di Kampung Sukarasa Desa Wangunjaya Kecamatan Cikalongwetan Kabupaten Bandung Barat. Secara geografis, MTs An-Nur terletak di sebuah desa yang berjarak 35 Km dari Pusat Kabupaten Bandung Barat yakni Kecamatan Padalarang, sehingga dengan letak geografis seperti ini sangat kondusif dan menguntungkan bagi proses pendidikan dan secara ekologi udara dan iklim lingkungan yang ada masih asri belum terkontaminasi oleh limbah dan polusi industri yang dapat merusak kesahatan lingkungan.

 

2.2  Kondisi Madrasah

http://foto2.data.kemdikbud.go.id/getImage/20279410/2.jpg

Gambar keadaan bangunan sekolah MTs AN-NUR Wangunjaya

A.    Propil Madrasah

Profil madrasah selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Nama Madrasah                              : MTs An-Nur

2. No. SK Pendirian                : Kw. 10.4/4/PP.005/67/2004

3. NSM                                               : 121232170021

4. NPSN                                              : 20279410

5. Akreditasi Madrasah                       : A

6. Alamat                                           

                    Jalan                                        : Kp. Sukarasa RT 03/02

            Desa/Kelurahan                       : Wangunjaya

            Kecamatan                              : Cikalongwetan

            Kabupaten/Kota                      : Bandung Barat

            Propinsi                                   : Jawa Barat

7. Nama Kepala Madrasah                  : Drs. Asep Abdul Kamal, S.Pd.I

8. No. Telp                                          : 087722293111

9. Nama Yayasan                                : Yayasan An-Nur Wangunjaya

                    Alamat                                                : Kp. Sukarasa Rt. 03/02

Desa. Wangunjaya

Kec. Cikalongwetan

Kab. Bandung Barat

10. No. SK Kemenkumham    : AHU-10340.50.10.2014

11. Kepemilikan Tanah                       : Yayasan

     a.  Status tanah                               : Sertifikat Hak Milik Yayasan

     b.  Luas tanah                                 : 2.400 M2

12. Status Bangunan               : Yayasan

     a.  Surat Ijin Bangunan                  :  -

     b.  Luas Seluruh Bangunan            : 585 M2

 

B.     Data Rekapitulasi

1.1  Tabel Data Siswa 3 Tahun Terakhir

 

Tahun

Pelajaran

Kelas VII

Kelas VIII

Kelas IX

Jumlah

Jml. Siswa

Jml. Rombel

Jml. Siswa

Jml. Rombel

Jml. Siswa

Jml. Rombel

Jml. Siswa

Jml. Rombel

2017-2018

140

4

128

4

134

4

402

12

2018-2019

162

3

120

4

114

4

396

13

2019-2020

116

4

150

5

117

4

383

13

 

 

1.2  Tabel Data Sarana dan Prasarana

Jenis

Jumlah

Kondisi

Keterangan

Baik

Rusak

Ruang Kepala Madrasah

1

-

 

Ruang Guru

1

-


Ruang Kelas

13

-

 

Ruang Perpustakaan

1

-


Ruang Laboratorium

-

-

-

Kurang 1 Ruang

Ruang Lab. Komputer

1

-

 

Ruang Tata Usaha

1

-


Lapangan Upacara

1

-


Ruang Toilet/WC

6

-

Kurang 6 Ruang

Ruang BP

1

-

 

Ruang OSIS

1

-

Kurang 1 Ruang

Ruang UKS

-

-

-

Kurang 1 Ruang

Mesjid

1

-

 

Ruang Keterampilan

-

-

-

Kurang 1 Ruang

 

1.3  Tabel Data Tenaga Pendidik

NO

NAMA

PENDIDIKAN

STATUS

TUGAS MENGAJAR

Terakhir

Jurusan

1

Drs. Asep Abdul Kamal, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

Fiqh

2

Asep Aripin, S.Pd

S1

IPS

GTY Sertifikasi

IPS

3

Yudi Permadi, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

Bahasa Indonesia

4

Rohmat Abdul Zalil, S.Pt

S1

Peternakan

GTY Sertifikasi

Matematika

5

Lilis Maftuhat, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

Bahasa Sunda

6

Siti Nuraisyah R

S1

Muamalat, PAI

GTY Sertifikasi

-  PKn

7

Dra. Hudal Abror, S.Pd.I

SI

PAI

GTY Sertifikasi

-  SBK

8

Hasan Kamil, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

-  Bahasa Arab

9

Dede Mustopa Kamil, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

Quran Hadis

10

Repi Juwiyanti, S.Pd.I

S1

PAI

GTY Sertifikasi

-  Akidah Akhlak

11

Dian Yudianingsih, S.Pd

S1

Bahasa Indonesia

GTY Sertifikasi

IPA

12

Yayan Jamaludin

S1

Penjaskes

GTY

Penjaskes

13

Rosita Ardianasari

SMA

-

GTY

Bahasa Inggris

14

Siti Riska Diana, S.Pd.

S1

Bahasa Indonesia

GTY

Bahasa Indonesia

15

Nunung Sopiah, S.Pd

S1

Pendidikan. B. Inggris

GTY

Bahasa Inggris

16

Miftah Khoerudin, S.Pd

S1

PAI

GTY

SKI

17

Misbahudin, S.Pd

S1

PAI

GTY

Fiqh

18

Ima Saridah

S1

Proses

Matematika

GTY

Matematika

19

Umi Latifah, S.Pd

S1

C.     Arab

GTY

Bahasa Arab

20

Hendra

MA

 

GTY

Prakarya

21

Euis Widiasari

S1

Proses

-Bahasa Inggris

GTY

Bahasa Inggris

22

Dindin Miftahudin

S1

Proses

BK

GTY

BP dan PPKn

23

Ulfa Siti Holidah

S1

Proses

Matematika

GTY

Matematika

24

Dadan Darusman

S1

Proses

-BK

GTY

PPKn

 

 

1.4  Tabel Data Tenaga Kependidikan

NO

NAMA

PENDIDIKAN

STATUS

TUGAS

Terakhir

Jurusan

1

Burhanudin

MA

 

GTY

Staff TU

 

 

1.5  Tabel Data Orang Tua Siswa

No

Pekerjaan

Jumlah

Prosentase

1

Petani/Buruh Tani

333

86%

2

Wiraswasta

5

2 %

3

Karyawan Swasta

3

2 %

4

PNS

2

0 %

5

Tak Bekerja

15

4 %

6

Lainnya

25

6  %

 

 

 

1.6  Tabel Data Tamatan Siwa

No

Tahun Pelajaran

Jumlah Lulusan Siswa

Melanjutkan Sekolah

Tidak Melanjutkan Sekolah

MA

SMA

SMK

Pest

Bekerja

Tidak Bekerja

1

2017-2018

134

45

12

28

12

 

17

2

2018-2019

114

48

6

22

14

 

24

3

2019-2020

117

55

5

25

11

 

21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PELAKSANAAN PPL

 

3.1 Persiapan PPL

1.1  Persiapan Program dan Kegiatan PPL

Persiapan sangat diperlukan oleh mahasiswa sebelum diterjunkan secara langsung ke sekolah untuk melaksanakan praktik PPL. Sebelum penerjunan PPL secara langsung ke sekolah, maka sebelumnya mahasiswa melakukan persiapan, yang meliputi kegiatan observasi kondisi sekolah, observasi kelas, pengajaran mikro, pembekalan PPL, dan persiapan mengajar. Pelaksanaan PPL memerlukan persiapan-persiapan agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan lancar. Oleh sebab itu diperlukan persiapan-persiapan sebagai berikut :

A.    Pengajaran Mikro / Micro Teaching

Micro Teaching/ pengajaran mikro merupakan pengajaran yang dilaksanakan dengan membagi mahasiswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Pengajaran ini bertujuan untuk melatih mahasiswa dalam melakukan kegiatan pembelajaran sebelum terjun ke lapangan secara langsung di sekolah. Di masa pandemic ini, pelaksanaan micro teaching dilakukan dalam kelompok kecil dengan anggota mahasiswa paling banyak 5 orang yang dibimbing langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan yakni Bapak Drs Agus Budiono M.Ed yang bertujuan agar mahasiswa lebih fokus dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

Dengan adanya pembelajaran micro teaching, maka diharapkan mahasiswa memperoleh bekal/ pengalaman dan telah mempersiapkan mental sebelum terjun langsung ke sekolah. Dosen pembimbing memberikan masukan, baik berupa kritik maupun saran setiap kali praktikan selesai praktik mengajar. Berbagai macam metode dan media pembelajaran dicoba dalam kegiatan ini, sehingga praktikan memahami mediayang sesuai untuk setiap materi. Dengan demikian, pengajaran mikro bertujuan untuk membekali mahasiswa agar lebih siap dalam melaksanakan PPL, baik segi materi maupun penyampaian atau metode mengajarnya. Pengajaran mikro juga sebagai syarat bagi mahasiswa untuk dapat mengikuti PPL yaitu harus lulus dalam matakuliah micro teaching.

B.     Pembekalan Kegiatan

Pembekalan merupakan salah satu persiapan yang di selenggarakan oleh lembaga STAI Yamisa Soreang , dilaksanakan dalam bentuk pembekalan KKN dan PPL yang dilaksanakan di ruang kuliah kampus STAI Yamisa Soreang.

Dalam kegiatan pembekalan, DPL memberikan arahan kepada Mahasiswa mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kegiatan PPL di MTs ANNUR Wangunjaya Kecamatan Cikalong Wetan Kabupaten Bandung Barat. DPL membuka forum tanya jawab dengan Mahasiswa agar Mahasiswa dapat menyampaikan hal-hal yang belum diketahui dalam pelaksanaan PPL di Sekolah.

 

C.    Observasi

Sebelum praktik melaksanakan kegiatan PPL, mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan pengamatan atau observasi. Observasi yang dilakukan pada masa pra-PPL wajib dilaksanakan. Selain itu juga terdapat observasi ketika pelaksanaan. Observasi tersebut dimaksudkan agar mahasiswa dapat merancang program PPL sesuai dengan situasi dan kondisi di lapangan.

 

Observasi dibagi menjadi dua macam, yaitu:

 

1)      Observasi Lingkungan Sekolah

Observasi lingkungan sekolah di laksanakan pada tanggal 3 November 2020. Tujuan observasi adalah untuk mengetahui kondisi sekolah secara mendalam agar mahasiswa dapat menyesuaikan diri pada pelaksanaan PPL di sekolah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam observasi itu adalah lingkungan fisik sekolah, sarana prasarana sekolah, dan kegiatan belajar mengajar secara umum.

 

2)      Observasi Pembelajaran di Kelas

a        Observasi Pra PPL

Observasi pembelajaran di kelas bertujuan agar Mahasiswa dapat secara langsung melihat dan mengamati proses belajar dalam kelas. Observasi kelas dilaksanakan tanggal 5 November 2020 di kelas VII A MTS AN-NUR Wangunjaya.

Berdasarkan observasi yang telah dilakukan tersebut, mahasiswa mendapat masukan tentang cara guru mengajar dan metode yang akan di gunakan. Selain itu, sikap siswa dalam menerima pelajaran juga dapat memberi gambaran bagaimana metode yang tepat untuk diaplikasikan pada saat praktik mengajar.

 

Adapun hasil observasi belajar adalah sebagai berikut:

1.      Perangkat Pembelajaran

a         Satuan Pembelajaran

b        Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

 

2.      Proses Pembelajaran

a         Membuka Pelajaran

b        Penyajian Materi

c         Metode Pembelajaran

d        Penggunaan Bahasa

e         Penggunaan Waktu

f         Gerak

g        Cara Memotivasi Siswa

h        Teknik Bertanya

i          TeknikPenguasaan Kelas

j          Penggunaan Media

k        Bentuk dan Cara Evaluasi

l          Menutup Pelajaran

 

3.      Perilaku Siswa

a         Perilaku siswa di dalam kelas

b        Perilaku siswa di luar kelas

 

 

b     Observasi PPL

Observasi yang dilakukan sama seperti observasi pra PPL. Observasi ini dilakukan kembali karena terdapat perbedaan mata pelajaran semester sebelumnya yang akan diajarkan selama PPL. Observasi dilakukan pada tanggal 6 November 2020 di kelas VII A MTs AN-NUR Mata pelajaran sejarah kebudayaan islam (SKI) .

 

3)      Bimbingan Mikro/ PPL

Bimbingan mikro/PPL merupakan wadah bagi mahasiswa PPL untuk membicarakan masalah yang dihadapi selama PPLdengan dosen mikro/ pembimbing PPL. Melalui bimbingan mikro,dapat dicari penyelesaian dari masalah yang dihadapi, khususnya masalah-masalah yang terkait selama PPL.

 

4)      Persiapan Mengajar

Persiapan mengajar sangat diperlukan sebelum dan sesudah mengajar. Melalui persiapan yang matang, mahasiswa PPL diharapkan dapat memenuhi target yang ingin dicapai. Persiapan yang dilakukan untuk mengajar antara lain:

 

a)      Konsultasi dengan guru pembimbing

Konsultasi dengan guru pembimbing di lakukan sebelum dan setelah mengajar. Sebelum mengajar guru memberikan materi yang harus di sampaikan pada waktu mengajar. Selain itu bimbingan sebelum mengajar juga di lakukan untuk mendiskusikan kegiatan yang akan di laksanakan selama proses belajar mengajar. Bimbingan setelah mengajar di maksudkan untuk mengevaluasi cara mengajar mahasiswa PPL. Hal ini agar mahasiswa dapat memperbaiki kekurangan-kekurangan selama proses belajar mengajar sehingga selanjutnya dalam mengajar mahasiswa menjadi lebih baik.

 

b)      Penguasaan materi

Materi yang akan di sampaikan pada siswa harus sesuai dengan kurikulum yang digunakan. Mahasiswa harus menguasai materi dan menggunakan berbagai macam bahan ajar, selain itu juga mencari banyak referensi agar dapat mengembangkan materi sehingga pengetahuan yang didapatsemakin berkembang. Materi harus tersusun dengan baik dan jelas agar penyampaian materi dapat diterima dan mudah di pahami.

 

c)      Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Penyusunan RPP dilaksanakan sebelum praktik mengajar, sehingga Mahasiswa dapat mempersiapkan materi, media, dan metode yang akan digunakan. Dalam penyusunanRPP, Mahasiswa juga perlu untuk menyusun RPP cadangan karena tidak selamanya situasi dan kondisi akan sama seperti yang telah direncanakan, sehingga ketika RPP yang telah disusun tidak dapat dilaksanakan maka Mahasiswa masih tetap dapat melaksanakan kegiatan mengajar.Sesuai dengan kesepakatan bersama dengan guru pembimbing mata pelajaran, Mahasiswa diberi kesempatan untuk melakukan praktik mengajar di kelas VII A, VII B dan VII C (Mata Pelajaran sejarah kebudayaan islam ) sesuai dengan kurikulum yang digunakan di MTs AN-NUR Wangunjaya Cikalong Wetan, maka kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah kurikulum 2013.

 

d)     Pembuatan media pembelajaran

Media pembelajaran merupakan faktor pendukung yang penting untuk keberhasilan proses pengajaran. Media pengajaran adalah suatu alat yang digunakan sebagai media dalam menyampaikan materi kepada siswa agar mudah dipahami oleh siswa. Media ini selalu dibuat sebelum Mahasiswa mengajar agar penyampaian materi tidak membosankan. Media dibuat berdasarkan metode yang akan digunakan selama proses belajar mengajar, sehingga media benar-benar efektif dan mencapai tujuan pembelajaran.

 

 

 

 

e) Pembuatan alat evaluasi

Alat evaluasi ini berfungsi untuk mengukur seberapa jauh siswa dapat memahami materi yang disampaikan. Alat evaluasi berupa latihan dan penugasan bagi siswa, baik secara individu maupun kelompok

 

3.2 Pelaksanaan PPL

Berdasarkan rumusan program dan rancangan kegiatan PPL dilaksanakan selama kegiatan PPL di MTs AN-NUR Wangunjaya, pada umumnya seluruh program kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Pelaksanaan kegiatan PPL akan di bahas secara detail, sebagai berikut :

1.      Praktik Mengajar

Praktik mengajar dilakukan mulai 12 November sampai 28 November 2020. Praktikan dibimbing oleh guru pembimbing. Mahasiswa melakukan praktik mengajar dikelas VII A, VII B dan VII C dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) .

Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, metode yang digunakan adalah brainstorming, ceramah, latihan soal, diskusi, dan Tanya jawab. Masukan yang sering diberikan oleh guru pembimbing berkaitan dengan penyampaian materi dan pengaturan waktu.Praktik mengajar yang dimaksud adalah praktik mengajar di dalam kelas. Praktik mengajar di dalam kelas dilakukan secara terbimbing. Artinya dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru pembimbing mendampingi atau memberikan pengawasan dan evaluasi. Kegiatan praktik mengajar meliputi:

 

a.       Membuka Pelajaran:

1.      Membuka pelajaran dengan salam dan doa

2.      Presensi

3.      Menyampaikan Tujuan Pembelajaran

 

b.      Kegiatan Inti

c.       Penutup :

1.      Menyimpulkan kegiatan pembelajaran

2.      Memberikan tugas untuk pertemuan berikutnya

3.      Salam

 

2.      Pendekatan, Metode, dan media pembelajaran

Pendekatan yang digunakan dalam mengajarkan materi adalah pendekatan saintifik. Pendekatan metode ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa selain itu juga pembelajaran ini menciptakan kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan dan untuk melatih siswa dalam mengkomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.

Pembelajaran ini mempunyai karakteristik yaitu pembelajaran berpusat pada siswa, melibatkan ketrampilan proses sains dalam mengkonstruk konsep, perinsip dan dapat mengembangkan karakter siswa.

Metode yang selalu dipakai pada setiap pembelajaran adalah metode Brainstorming (curah pendapat). Brainstorming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat.

Media yang digunakan pada pembelajaran di kelas adalah dengan buku paket sejarah kebudayaan kelas VII serta beberapa buku cerita yang dapat menginsfirasi siswa/I MTs AN-NUR Wangunjaya.

 

3.      Umpan Balik Pembimbing

Setelah melaksanakan praktik mengajar, Mahasiswa mendapat pengarahan dari guru pembimbing mengenai hasil evaluasi dalam mengajar sehingga Mahasiswa mengetahui kelemahan dalam mengajar. Pengarahan ini bertujuan agar Mahasiswa dapat memperbaiki kesalahan dan kekurangan yang ada sehingga selanjutnya Mahasiswa mampu meningkatkan kualitas mengajar.

4.      Evaluasi

Pada tahap ini, Mahasiswa dinilai oleh guru pembimbing, baik dalam membuat persiapan mengajar, melakukan aktifitas mengajar di kelas,penguasaan materi, kepedulian terhadap siswa, maupun penguasaan kelas. Mahasiswa juga melakukan evaluasi terhadap murid-murid dengan memberikan tugas baik individu maupun berkelompok. Hal tersebut dilakukan guna mengetahui sejauh mana kemampuan siswa yang telah diajar selama pelaksanaan PPL dalam menyerap materi yang diberikan.

 

5.      Penyusunan Laporan

Tindak lanjut dari program PPL adalah penyusunan laporan sebagai pertanggung jawaban atas kegiatan PPL yang telah dilaksanakan. Laporan PPLberisi kegiatan yang dilakukan selama PPL. Laporan ini disusun secara individu dengan persetujuan guru pembimbing, koordinator PPL sekolah,Kepala Sekolah, dan DPL-PPL Jurusan.

 

6.      Penarikan

Penarikan Mahasiswa PPL dilakukan pada tanggal 09 Desember 2020 oleh pihak UPPL yang diwakilkan pada DPL PPL masing-masing.

 

3.3 Hasil Analis Kegiatan PPL

Selama pelaksanaan PPL dengan menjalani profesi sebagai guru, memberikan banyak pengalaman dan gambaran yang jelas bahwa profesi guru bukan hanya menuntut penguasaan materi dan metode pembelajaran saja, tetapi juga menuntut kemampuan mengatur waktu, mengelola kelas, berinteraksi dengan warga sekolah,dan mempersiapkan segala administrasi guru.

Praktik mengajar dilakukan mulai tanggal 12 November sampai dengan 28 November 2020. Mahasiswa telah mengajar sebanyak 9 kali pertemuan dengan satu mata pelajaran yang sesuai dengan yang dimampu guru pembimbing yakni 3 kali di kelas VII A, 3 kali di kelas VII B dan 3 kali di kelas VII C.

Mahasiswa menggunakan buku selama kegiatan mengajar yaitu:

1.      Sejarah Kebudayaan Islam kurikulum 2013

2.      Buku kumpulan cerita di zaman Rasululloh saw

Selama praktik mengajar di kelas, Mahasiswa tidak mengalami hambatan yang sulit, hanya diawal pertemuan Mahasiswa dalam proses pembelajaran masih belum sesuai dengan RPP.

Setelah melakukan konsultasi dengan guru pembimbing, Mahasiswa mendapatkan arahan tentang cara melaksanakan kegiatan pembelajaran agar sesuai dengan RPP. Mahasiswa juga berkonsultasi mengenai metode yang akan diterapkan pada pertemuan selanjutnya.

Metode dapat berjalan dengan baik apabila Mahasiswa bisa menguasai kelas. Konsultasi memberikan manfaat bagi Mahasiswa dalam praktik mengajar agar kelemahan selama mengajar dapat diperbaiki. Sehingga pada pertemuan selanjutnya praktikan dapat mengajar lebih baik.

Secara garis besar, siswa-siswi MTs ANNUR Wangunjaya sangat menerima dengan baik Mahasiswa PPL, hanya ada beberapa siswa yang terlihat acuh dan ramai sendiri ketika dijelaskan.

 

Untuk mengatasi hal tersebut Mahasiswa :

1.      Memberikan pertanyaan kepada siswa yang kurang memperhatikan selama proses pembelajaran berlangsung.

2.      Menggunakan variasi metode pembelajaran yang lebih banyak melibatkan siswa dan dapat diikuti oleh siswa, sehingga siswa tidak ada waktu untuk ramai sendiri.

3.      Menegur siswa agar kembali untuk mendengarkan pelajaran yangdisampaikan.

 

Selama kegiatan PPL, Mahasiswa mendapatkan banyak manfaat dan pengetahuan. Menjadi seorang tenaga pendidik yang baik bukan hanya dengan dapat mengajar dengan baik, karena diperlukan penguasaan materi dan pemilihan metode yang tepat sehingga materi dapat dengan mudah diterima dan dipahami oleh siswa.

Selain itu, juga harus dapat mengelola kelas sehingga proses mengajar tidak terganggu. Untuk dapat melaksanakan proses mengajar yang baik maka diperlukan persiapan yang matang sebelum mengajar.

Kesulitan, hambatan, dan tantangan dalam melaksanakan program PPL dapat diatasi dengan baik dengan bimbingan guru pembimbing lapangan, beserta dosen pembimbing lapangan.

Mahasiswa telah berusaha mengoptimalkan kemampuannya dalam melaksanakan program ini. Secara ringkas, rincian praktik mengajar yang telah terlaksana adalah sebagai berikut:

1.      Praktik Mengajar: dimulai tanggal 10 November sampai dengan 28 Novembver 2020. Setiap Mahasiswa mempunyai guru pembimbing dalam kegiatan pembelajaran dikelas. Jumlah jam mengajar per minggu disesuaikan dengan jumlah jam pelajaran untuk masing-masing mata pelajaran yang diampu.

2.      Pembuatan atau Penambahan Media Pembelajaran, berupa media dan alat pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar di kelas. Kegiatan ini hanya dilaksanakan oleh beberapa Mahasiswa PPL dibawah bimbingan dari guru pengampu mata pelajaran yang bersangkutan.

3.      Administrasi guru, Mahasiswa belajar melaksanakan administrasi guru seperti pengisian kemajuan kelas, pengisian perangkat administrasi guru seperti presensi siswa, daftar nilai dan rekapitulasi hasil evaluasi tes formatif.

4.      Jumlah pertemuan/jam praktik mengajar Mahasiswa tergantung dengan kesepakatan guru pembimbing lapangan masing-masing. Pelaksanaannya sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah di rancang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

4.1  Kesimpulan

Dari hasil kegiatan PPL yang kami lakukan, baik itu dari observasi maupun praktek mengajar di MTs AN-NUR, dapat diambil kesimpulan :

1.      MTs AN-NUR yang berlokasi di Kp. Sukarasa Kecamatan Cikalong Wetan merupakan MTs yang cukup berpengalaman dalam melaksanakan kegiatan pendidikan.

2.      Tenaga guru yang ada di MTs AN-NUR merupakan tenaga guru yang professional di bidangnya baik dari,golongan maupun dalam meningkatkan mutu pendidikan yang ada di MTs AN-NUR ini.

3.      MTs AN-NUR merupakan MTs  yang cukup berpengalaman dalam memberikan bimbingan kepada mahasiswa-mahasiswa PPL dalam praktek, mengelola administrasi-administrasi pengajaran (penyusun rencana pembelajaran)

 

4.2  Saran-Saran

1.      Selain ilmu pengetahuan yang diberikan kepada siswa/siswi perlu adanya pemberian les tambahan kepada anak tentang materi yang telah diberikan sehingga siswa/siswi benar-benar menguasai materi tersebut.

2.      Jika ada guru yang berhalang masuk sebaiknya meninggalkan tugas kepada siswa, sehingga siswa dapat belajar dengan tertib di MTs AN-NUR

3.      Kegiatan yang sudah baik agar dapat dipertahankan, sehingga tidak terjadi penurunan penurunan kualitas dan mutu pendidikan yang akan datang.

4.      Dilingkungan MTs AN-NUR perlu adanya program penghijauan agar lingkungan serasi dan menimbulkan minat anak untuk belajar lebih giat.

 

 

 

 

 

 

Foto Kegiatan Belajar Mengajar

 

Upacara pembukaan PPL sekaligus perkenalan Mahasiswa kepada Siswa/i MTs AN-NUR

Mengajar sejarah kebudayaan islam kelas VII B

 

 

Siswa/i Kelas VII C

Mengajar kelas VII A

 

Diskusi sejarah kebudayaan islam secara berkelompok kelas VII B

Foto Bersama Siswi MTs AN-NUR

Foto bersama Siswa/I MTS ANNUR

 

Penutupan PPL di MTs AN-NUR Wangunjaya Cikalong Wetan

musyawarah PKN kelas 6 kurikulum merdeka

Pengertian Musyawarah Musyawarah adalah suatu proses diskusi atau berundingan yang dilakukan oleh beberapa orang untuk mencapai kesepakatan ...